Workshop Penyusunan Multiple Criteria Evaluation

Kawasan Hutan Batang Toru Blok Barat (HBTBB) merupakan sebuah kawasan yang mempunyai keragaman hayati yang tinggi dan unik serta berperan penting bagi ekosistem di sekitarnya (Perbatakusuma, et al. 2006). Selain itu, kawasan ini juga memberikan manfaat ekonomi yang tinggi, dimana berdasarkan studi dari Conservation International, kawasan ini memberika jasa lingkungan yang mencapai Rp 36 Miliar atau setara dengan US$ 400 Juta setiap tahunnya (Conservation International. 2006). Dalam upaya konservasi kawasan HBTBB, perencanaan keruangan yang dilakukan harus pula terintegrasi cakupan lanskap di sekitarnya. Harapannya, perencanaan lanskap ini dapat menjadi masukan bagi para pihak dalam melakukan pengelolaan yang optimal dengan tidak meninggalkan fungsi konservasi yang ada. Pengembangan perencanaan lanskap ini diharapkan dapat menjadi pelengkap atas inisiatif-inisiatif yang telah berlangsung sebelumnya, baik oleh pemerintah, organisasi non pemerintah (seperti: Sumatran Orangutan Conservation Program, Conservation International, dll) maupun kelompok masyarakat yang ada.Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan dalam perencanaan lanskap di sekitar kawasan HBTBB adalah melalui pengidentifikasian nilai konservasi hutan (high conservation value forest, HCVF), dimana dalam pengidentifikasiannya didasari atas kriteria evaluasi. Karakteristik HCVF membutuhkan sebuah pemahaman dari beragam kondisi kriteria bio-fisik dan sosial ekonomi yang menjelaskan keadaan ekosistem. Penyusunan kriteria evaluasi atau multiple criteria evaluation pada suatu kawasan, haruslah berdasarkan atas masukan para pakar dan para pihak (stakeholder) yang memahami karakteristik dan kesesuaian dari penggunaan lahan yang ada.

Untuk itu, Orangutan Conservation Services Program (OCSP) Medan bermaksud melakukan pertemuan lokakarya konsultasi dengan para pakar dan para pihak dalam menyusun kriteria evaluasi ini bagi lanskap Batang Toru. Lokakarya ini didesain untuk melibatkan para pakar dan para pihak dalam mendiskusikan secara terbuka dan transparan menyangkut HCVF. Masukan dari setiap pihak akan menjadi pertimbangan untuk hasil yang baik, dimana akan diwakili dalam sebuah peta komposit menyangkut HCVF. Sebagai tambahan, para peserta lokakarya akan pula diajak untuk membantu validasi dari peta yang dihasilkan pada waktu mendatang. Peta komposit menyangkut kesesuaian HCVF ini diharapkan dapat mewakili kesepakatan kolektif diantara para pihak yang membangun dan memilikinya. Produk peta ini juga dapat dipergunakan sebagai sebuah alat perencanaan dan pemantauan.

Acara workshop ini akan dilaksanakan pada hari Selasa, 25 Maret 2008 dari pukul 09.00-17.00 bertempat di Sumatera Meeting Room, Hotel Soechi Lt. 2 (lobby level) Medan. Aktivitas ini akan dipandu oleh Y. Marthin Hardiono dan Bob Bouvier, yang keduanya merupakan konsultan perencanaan tata ruang dari Orangutan Conservation Services Program (OCSP), sebuah program konservasi orangutan dan habitatnya yang didukung oleh United States Agency for International Development (USAID).N